Tips Jadi Karyawan Teladan Agar Karir Cemerlang

Semua orang tentu ingin hidup lebih sejahtera dan mapan. Hal tersebut bisa dicapai jika kamu memiliki kinerja yang baik sehingga bisa jadi karyawan teladan. Nantinya, pihak perusahaan pasti tidak segan-segan memberikan promosi jabatan atau kenaikan gaji.

Namun, untuk menjadi karyawan teladan perlu dedikasi yang tinggi dan usaha keras. Selain bagus dalam kinerja, sikap dan attitude mu juga jadi penilaian penting.

Buat kamu yang ingin jadi karyawan teladan, hal-hal berikut ini harus kamu lakukan dengan penuh dedikasi dan bisa jadi suatu kebiasaan.

1.Menguasai Pekerjaan dan Disiplin

Menguasai Pekerjaan dan Disiplin

Kriteria karyawan teladan yang utama adalah harus benar-benar menguasai setiap tugas atau pekerjaan yang sudah diberikan. Teknis pekerjaan wajib kamu kuasai.

Setelah itu, kerjakan setiap tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Jangan pilih-pilih pekerjaan. Apapun pekerjaan yang sudah diberikan, kerjakan itu 100%.

Bahkan, kamu harus bisa mengoptimalkan kinerjamu hingga hasil dari pekerjaan tersebut melebihi ekspektasi. Dengan demikian, atasan bisa sepenuhnya percaya saat memberikan tugas padamu. Semakin baik kinerjamu, atasan akan semakin mengandalkanmu.

Tepat waktu adalah hal wajib untuk bisa jadi karyawan teladan. Jangan telatan saat berangkat kantor. Lebih baik lagi jika kamu bisa berangkat setengah jam atau 15 menit lebih cepat dari jam kantor.

Kamu bisa mengkondisikan diri sebelum mulai bekerja. Kamu juga perlu disiplin dengan pekerjaan. Usahakan setiap pekerjaan bisa selesai sebelum deadline. Jaga juga stabilitas kinerja positif itu. Kedisiplinan jadi salah satu faktor utama penilaian karyawan teladan.

2.Jaga Attitude & Jujur Serta Bisa Bekerja dalam Tim

Jaga Attitude & Jujur Serta Bisa Bekerja dalam Tim

Kamu tidak bisa sembarangan di lingkungan kerja. Meski sudah akrab dengan rekan bahkan atasan, kamu tetap harus menjaga attitude. Bertingkah lakulah secara sopan dan tetaplah menghormati sesama rekan, terlebih atasan.

Selain itu, jangan jadi pembual apalagi berlaku curang di tempat kerja. Jadilah jujur supaya rekan kerja dan atasan bisa percaya terhadapmu.

Sebagai pekerja profesional, kamu memang harus menguasai pekerjaan. Namun, bukan berarti kamu bisa bekerja secara solo. Kamu harus bisa bekerja bersama tim.

Jadi pekerja egois yang selalu berhasrat menyelesaikan semua pekerjaan sendiri akan dianggap menyebalkan oleh rekan kerja dan tidak akan mendapat respect dari atasan.

Pererat komunikasi dengan tim kerja. Berkontribusilah sesuai porsinya dan selalu rangkul rekan satu tim supaya bisa sama-sama mensukseskan pekerjaan.

3.Bersosialisasi di Kantor dan Jangan Mudah Baper dengan Kritik

Bersosialisasi di Kantor dan Jangan Mudah Baper dengan Kritik

Bersosialisasi bukanlah perkara mudah. Tidak semua orang cukup nyaman untuk bersosialisasi. Namun, karena sudah masuk lingkungan kerja yang berisi banyak orang, kamu tetap harus menyesuaikan diri.

Jadilah ramah, senyum pada semua orang, sapalah dahulu saat bertemu seseorang. Sesekali kamu bisa nongkrong dengan rekan kerja. Intinya, bersikap baiklah dengan rekan kerja.

Hubungan yang baik dengan rekan kerja akan semakin menguatkan kerja tim. Selain itu, kamu bisa merasa lebih nyaman saat bekerja.

Lingkungan kerja memang cukup keras. Beberapa karyawan seringkali baper karena komentar atau kritik dari rekan kerja maupun atasan.

Lingkungan kerja tensinya memang cukup tinggi. Kamu harus pandai-pandai mengelola perasaan. Alih-alih terlalu fokus dengan kebaperan, lebih baik optimalkan kinerja.

Jika ada kritik, renungkan kesalahan, kemudian perbaiki kinerja. Jangan terlalu banyak menggerutu dan membuat pembenaran pribadi.

Jika memang kamu merasa tidak berbuat salah, tidak perlu banyak komplain, jelaskan seperlunya. Setelah itu, buktikan saja dengan kestabilan kinerja yang positif.

4.Menjadi Pribadi yang Solutif dan Fokus Saat Bekerja

Menjadi Pribadi yang Solutif dan Fokus Saat Bekerja

Kebanyakan orang, saat bertemu dengan suatu masalah pelik cenderung mengeluh, komplain, bahkan menyalahkan orang lain.

Jika kamu benar-benar ingin jadi karyawan yang teladan, sikap seperti itu harus dihindari. Kamu harus bisa jadi pribadi yang solutif.

Setiap kali berhadapan dengan suatu masalah, respon pertama yang harus kamu lakukan adalah menganalisa masalahnya kemudian mencari jalan keluar yang tepat.

Saat kamu bisa bisa jadi seorang problem solver, atasan dan rekan kerja pasti akan menaruh respect terhadapmu.

Kamu juga harus bisa fokus saat mengerjakan sesuatu. Jangan terlalu mudah terdistraksi dengan youtube, social media, dan hal-hal sejenisnya. Kecuali, jika pekerjaanmu memang berkaitan dengan hal-hal itu.

Nah, itulah beberapa tips menjadi karyawan teladan yang harus kalian ikuti. Semoga bermanfaat.